
Candi Borobudur adalah salah satu candi Buddha terbesar di dunia dan merupakan salah satu situs warisan budaya yang paling penting di Indonesia. Candi ini terletak di Magelang, Jawa Tengah, dan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra, yang saat itu berkuasa di Jawa Tengah. Berikut adalah gambaran singkat sejarah Candi Borobudur:
1. Pembangunan Candi
- Candi Borobudur diperkirakan dibangun antara tahun 780 hingga 840 Masehi pada masa Dinasti Syailendra, yang beragama Buddha Mahayana. Pembangunan candi ini dipimpin oleh Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra.
- Nama “Borobudur” diyakini berasal dari bahasa Sanskerta, yaitu “Vihara Buddha Uhr” yang berarti “biara Buddha di tempat tinggi”.
- Candi ini dibangun dengan menggunakan lebih dari dua juta blok batu andesit yang disusun tanpa perekat. Struktur bangunannya berbentuk punden berundak dengan tiga tingkatan yang melambangkan tiga tahap kehidupan dalam ajaran Buddha: Kamadhatu (dunia keinginan), Rupadhatu (dunia bentuk), dan Arupadhatu (dunia tanpa bentuk).
2. Struktur dan Desain
- Candi Borobudur terdiri dari sembilan platform (tingkat), enam tingkat berbentuk persegi dan tiga tingkat berbentuk lingkaran. Pada tingkat teratas terdapat stupa utama yang besar dikelilingi oleh 72 stupa kecil, masing-masing berisi patung Buddha.
- Relief yang terdapat di dinding-dinding Candi Borobudur menggambarkan berbagai cerita dari ajaran Buddha, seperti kehidupan Siddhartha Gautama (Buddha) serta hukum karma dan reinkarnasi.
- Secara keseluruhan, terdapat sekitar 2.672 panel relief dan 504 patung Buddha di candi ini.
3. Penemuan Kembali
- Setelah berabad-abad lamanya, Candi Borobudur sempat tertimbun oleh abu vulkanik dari Gunung Merapi dan hutan yang lebat. Pada abad ke-14, candi ini ditinggalkan ketika pengaruh Hindu dan Islam semakin menguat di Jawa.
- Borobudur kemudian ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris di Jawa. Penggalian besar-besaran dilakukan pada tahun 1835.
4. Restorasi
- Upaya restorasi pertama dilakukan pada masa penjajahan Belanda pada akhir abad ke-19, namun usaha ini belum sepenuhnya efektif.
- Restorasi besar-besaran dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan bantuan UNESCO pada tahun 1973 hingga 1983. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan dan melestarikan keutuhan candi dari kerusakan akibat alam dan aktivitas manusia.
- Pada tahun 1991, Candi Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.
5. Makna Spiritual
- Candi Borobudur tidak hanya merupakan sebuah monumen keagamaan, tetapi juga tempat ziarah bagi umat Buddha dari seluruh dunia. Setiap tahun, candi ini menjadi pusat perayaan Waisak, hari kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha.
6. Nilai Budaya dan Wisata
- Selain menjadi situs spiritual, Candi Borobudur juga menjadi destinasi wisata utama di Indonesia yang menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.
- Candi ini dianggap sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia dan juga simbol kejayaan peradaban Nusantara di masa lampau.
Borobudur tetap menjadi warisan budaya yang berharga, melambangkan keagungan arsitektur dan spiritualitas Buddhis yang pernah berkembang pesat di Nusantara.
